"Black is Magic"
Itu lah kalimat yang (seharusnya)saya keluarkan waktu ditanya tema apa yang bagus untuk pameran pertama generasi Light Photophoria di satu-satunya UKM fotografi di Universitas Pendidikan Indonesia. Tapi pada kenyataannya saya malah bilang "Black Magic" maklum saat itu English saya kacau balau, jadi gak tau kalau black magic itu ilmu hitam, haha. Padahal yang sebenernya maksud saya adalah "Black is Magic".
Kenapa saya milih tema tersebut?
Karena dalam fikiran saya. Hitam itu ajaib! Hitam itu fotografi sekali. Dari hitam sebuah warna akan terlihat 'muncul'. Dengan hitam, proses melukis cahaya dapat terlihat dengan jelas.
Hal itu juga penuh dengan filosofi. Hitam seperti mengalah demi warna lain terlihat benderang. Namun, tanpa warna hitam, warna lain akan kurang terlihat keberadaannya.
Hitam mengingatkan kita bahwa tidak selamanya duka itu adalah penderitaan. Tanpa duka, kita tidak akan pernah tahu apa arti dari suka, senang dan bahagia. Itulah rahasia Allah menciptakan 'hitam'. Agar kita bisa merasakan 'putih dan warna-warna terang' lainnya di dunia ini.
Ini adalah foto yang saya pamerkan di pameran Light Photophoria pada waktu itu.
"Cahaya Hati" - Di tengah 'kegelapan' dan kebimbangan kita akan sesuatu, hanya hati yang akan memberikan kita 'cahaya' dan jawabannya. Hati mampu melihat di dalam kegelapan.
Hey! It's (A)Me
Sepenggal cerita dari seorang mahasiswi bernama Anissa Dewi Amiyati.
Selasa, 14 Juni 2011
Minggu, 17 Januari 2010
PASAR
Dalam kehidupan sehari-hari, pasar merupakan salah satu tempat yang sering didatangi oleh masyarakat. Pasar adalah tempat dimana penjual dan pembeli bertemu atau bisa juga diartikan sebagai tempat dimana permintaan dan penawaran bertemu. Menurut tempat berlangsungnya, pasar dapat dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
A. PASAR TRADISIONAL
Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, kos dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
B. PASAR MODERN
Pasar modern ini biasa juga disebut supermarket. Supermarket adalah tempat dimana penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
Keranjang belanja......
Display Barang....
Pramuniaga....
A. PASAR TRADISIONAL
Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, kos dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
Mendengar kata pasar, pasti langsung identik dengan kata belanja atau suatu kegiatan membeli barang, padahal tidak semua orang ke pasar untuk berbelanja. Banyak orang pergi ke pasar untuk mencari nafkah, baik itu dengan cara menjual barang ataupun sebagai petugas kebersihan. Di pasar tradisional contohnya, kita bisa menemukan tukang penjual makanan dan minuman tradisional seperti kue apem, kue cucur, es dawet, es cendol, kue bugis, dll. Selain itu juga, kita bisa menjumpai petugas kebersihan yang biasa membersihkan sampah sehingga pada saat hujan, pasar tidak menjadi banjir. Namun, kini banyak pasar tradisional yang sudah berlantaikan keramik, sehingga pembeli merasa lebih nyaman dan betah dalam berbelanja. Harga di pasar tradisional pun bisa ditawar. Ini merupakan salah satu keunggulan pasar tradisional dibandingkan dengan pasar modern.
B. PASAR MODERN
Pasar modern ini biasa juga disebut supermarket. Supermarket adalah tempat dimana penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
Keranjang belanja......
Display Barang....
Pramuniaga....
Labels:
tekpend-photograpy
Langganan:
Entri (Atom)

